Rabu, 08 Juni 2011

ZUHUD

Rabu, 08 Juni 2011
Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani ZUHUD


1. Orang zuhud  itu punya 3  sifat, yaitu :


Sedikit sekali menggemari dunia, sederhana dalam menggunakan segala miliknya,
menerima apa yang ada, serta tidak merisaukan sesuatu yang sudah tidak ada, tetapi giat
bekerja dikarenakan mencari rezeki adalah suatu kewajiban.


Pada pandangannya pujian dan celaan orang sama saja. Ia tidak bergembira ketika
mendapat pujian dan tidak susah hati ketika mendapat celaan.



Mendahulukan ridlo Allah daripada ridlo manusia, merasa tenang jiwanya hanyalah
bersama Allah Azza wa Jalla, dan berbahagia karena dapat  mengerjakan syariat-Nya.



2. Orang zuhud,  didalam menyikapi 7 macam kebutuhan manusia adalah :


Makanan.


Orang zu hud makan han ya sek edar menahan lapar dan menambah kekuatan tubuhnya
agar dapat melaksanakan ibadah kepada Allah, dan makan tidak sampai berlebih-leb ihan.


Pakaian.
Orang zuhud memakai pakaian hanya untuk menutupi tubuhnya, untuk menahan diri dari
panas dan dingin, bukan untuk berhias, bukan untuk bermewah-mewahan, serta memakai
pakaian  yang sederhana, bukan pakaian yang mahal.

Tempat tinggal.

Orang zuhud itu memilih tempat tinggal didaerah yang mudah melakukan ibadah kepada
Allah, membangun rumah sederhana, tidak bermewah-mewahan, dan yang diutamakan
adalah kerajinan dan kebersihan.


Perabot rumah tangga.
Orang zu hud, perabot rumahnya adalah sekedar yang diperlukan untuk keper luan setiap
hari, tidak berlebih-lebihan, apalagi untuk perhiasan.


Isteri.

Orang zuhud kawin dengan tujuan kebaikan,  agar  hidup tenang, dapat mengembangkan
keturunan, untuk memelihara kehormatan agar tidak terjatuh kedalam kebinasaan, dan
untuk beribadah kepada Allah dikarenakan memberi nafkah istri termasuk ibadah.


Harta kekayaan.
Orang zuhud itu selalu berusaha mencari rezeki, dan setelah memperolehnya
dipergunakan sesuai dengan syariat-Nya,  yaitu untuk mengembangkan agama,  untuk
membantu orang-orang yang membutuhkan, untuk membangun tempat-tempat ibadah,
dll. Or ang zuhud tidak akan menumpuk atau menimbun harta kekayaan karena hatinya
tidak lekat dengan harta kekayaan yang dimilikinya dan tidak untuk bermewah-mewahan.

Penghormatan.

Orang zuhud tidak bergembira jika d ipu ji dan tidak susah jika d icela, karena semua
ibadah dan gerak-geriknya adalah hanya untuk Allah semata.


3. Wahai manusia, sekalipun kamu bersu jud kep ada Allah selama ser ibu tahun diatas bar a,
kalau hatimu kamu hadapkan ke selain Dia, maka perbuatanmu itu sama sekali tidak
bermanfaat bagi dirimu. Hal itu tiada berpengaruh untuk Dia. Kamu tidak akan memperoleh
keuntungan sebelum kamu lenyapkan segala kebendaan dari hatimu. Mana berguna
menunjukkan zuhud yang disertai hati yang tertuju pada keduniaan.


4. Wahai hamba Allah, jika kamu memandang sesuatu dengan mata hatimu sampai batas
keburukan dunia, tentu kamu mampu mengeluarkan dunia dari hatimu. Tetapi jika kamu
memandang dunia dengan mata kepalamu tentu kamu terpedaya dan tertipu oleh warna-
warni yang menghias keburukannya sehingga kamu pandang indah dan menyenangkan, dan
sudah pasti kamu tidak akan pernah mampu mengusir rasa cinta dunia dari hati dan berzuhud
didunia, padahal dunia itu  membunuhmu seperti para pembunuh. Apabila kamu merasa
tenteram, niscaya kamu akan mampu melihat k eburuk an dunia dan bahkan kamu mampu
menerapkan hidup zuhud d idunia. Ketenteramannya adalah kamu mampu mener ima bisikan
hati, berkait dengan batin dalam menahan dunia, bersifat qo naah dan menolak du nia.


5. Wahai hamba Allah, selagi dalam hatimu menyimpan rasa cinta dunia, kamu tidak dapat
melihat sesuatupun ihwal o rang-orang saleh. Selagi kamu berdusta dan berserikat kepada
manusia, tidak mungkin mata hatimu terbuka. Maka  berzuhudlah kamu,  jadilah  mujtahid,
sibukkanlah dirimu dengan disip lin tobat dan kembalikanlah segala kebutuhanmu kepada-
Nya. Sesungguhnya Allah itu lebih utama daripada yang lain. Jagalah hukum-hukum syarak-
Nya, biasakan bertakwa kepada-Nya.



6. Tiada sesuatu yang dapat menyambung antara hamba dengan Allah kecuali d isertai ilmu
zuhud didunia dan berpaling dengan hati memutar jiwa dan nafsu. Orang zuhud itu rela
melepaskan dunia dari hati. Maka berzuhudlah kamu didunia agar nafsumu terkendali, dan
keburukan len yap berubah menjadi kebaikan.


7. Diantara manusia ada yang menguasai harta dunia tetapi ia tidak mencintainya, ia memiliki
tetapi tidak dikuasai, menyukai tetapi ia tidak mencintai, dunia melayani tetapi ia tidak bisa
dihancurkannya. Bagus sek ali hatinya kepada Allah, dunia tidak pernah mampu
mencelakakannya, ia rela mengeluarkan dunia tetapi dunia tak mampu mengeluarkan dirinya.
Demikianlah gambaran hamba Allah yang saleh.



8. Jadikanlah ketenangan dihadapan-Nya melalui zuhud, memutus hubungan syahwat, wanita,
dan segala sesuatu yang ada didalamnya. Maka kamu akan diberi penglihatan dengan mata
yang mulia dan memper oleh bagian tanpa terputus. Tetapi selama kamu masih merasa perlu
terhadap sesuatu disekelilingmu, kamu tetap tidak akan kedatangan sesuatu dari yang tidak
terduga.



Seorang ulama berkata :  ³Selama mengharapkan sesuatu dihadapanmu, tentu sesuatu yang
gaib tidak akan datang kepadamu. ´




0 komentar:

Poskan Komentar