Rabu, 08 Juni 2011

QONAAH

Rabu, 08 Juni 2011
Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani tentang QONAAH

1. Orang yang tidak mempunyai harta dan membutuhkannya disebut fakir. Dalam menyikapi
kebutuhan harta tersebut, terdapat 5 keadaan :

a)  Jika diberi harta dia tidak suka, enggan  mengambilnya dan benci karena dia  menjaga
dirinya dari kejahatan, bahaya serta gangguan dari harta. Orang fakir golongan ini
dinamakan orang ZUHUD, yaitu orang yang memandang harta sama dengan memandang
batu dan tanah. Ini  adalah tingkat tertinggi.

b) Tidak gemar kepada harta dan tidak pula membencinya. Dia zuhud apabila memperoleh
harta. Orang seperti ini adalah orang yang RIDLO.

c)  Suka kepada harta daripada tidak ada, tetapi kesukaannya itu tidak sampai kepada rakus,
yang selalu kurang dan ingin bertambah. Dia mau mengambil harta jika harta itu tidak
syubhat  dan halal secara mutlak. Orang seperti ini dinamakan QONAAH, yaitu
menerima dengan senang apa yang ada ditangannya sendir i, apa yang telah d imilikinya.

d)  Tidak punya harta lantaran lemah tidak bisa mencar inya, dan seandainya masih mampu
tentu akan dicar inya mesk ipun dengan bersusah payah. Dia akan sibuk mencarinya.
Orang seperti ini meskipun tidak mempunyai harta, tetapi tergolong orang RAKUS dan
tercela.

e)  Harta yang dibutuhkan itu memang  benar-benar sangat dibutuhkan sebagai kebutuhan
pokok, seperti orang yang dalam keadaan lapar dan tidak punya pakaian. Maka mencari
harta dalam keadaan demik ian itu, sekalipun sangat ingin bukanlah dinamakan cinta
harta, karena yang tidak dimiliki sangatlah dibutuhkan.


2. Wahai hamba Allah, berhentinya keinginan ter hadap apa yang sudah diberikan kepadamu,
dan tidak ada lagi keinginan untuk menambah dari yang sudah ada adalah sifat qonaahmu
yang terpuji.
Ketahuilah bahwa qonaah itu adalah menerima dengan rela apa yang telah ada, memohon
kepada Allah tambahan yang pantas disertai usaha karena mencari keridlaan Allah,
menerima dengan sabar akan takdir Allah, bertawakkal kepada-Nya, dan tidak tertarik oleh
tipu daya dunia.
Yakinlah kamu bahwa qonaah adalah suatu  sikap hidup  yang harus dimiliki oleh setiap  orang
muslim, karena dengan ber-qonaah hati menjadi tenang, bahkan menjadi suatu modal yang
tak pernah habis, dalam situasi dan kondisi apapun.



3. Sikap qonaah adalah suatu sikap yang dituntut oleh orang sufi, karena dengan sikap qonaah
mereka dapat terhindar dari ajakan nafsu terhadap dunia dan kemewahannya, dan keinginan
nafsu kepada dunia ini tidak akan pernah puas, bahkan akan membawa manusia untuk selalu
disibukkan dengan urusan dunia saja, sehingga  lupa untuk mempersiapkan kehidupan akherat
dan lupa kepada Tu hannya.
Sifat qonaah adalah suatu sikap yang dapat mendidik manusia untuk bersyukur terhadap
nikmat Allah, dan dengan bersyukur terhadap nikmat Allah itulah akhirnya manusia
memperbanyak beribadah kepada-Nya.


4. Wahai hamba Allah, sesu nggu hnya agama menyuruh qonaah itu adalah qonaah hati, bukan
qonaah ikhtiar , bukan qonaah usaha dan bukan pula qonaah bekerja. Oleh karena itu sahabat
Rasulullah saw adalah orang-orang yang kaya, melakukan perdagangan keluar  negeri,  sedang
mereka termasuk orang-orang yang qonaah. Adapun manfaat qonaah adalah amat  besar
sewaktu harta itu hilang dengan tiba-tiba.
Wahai hamba Allah, maksud qonaah itu sangat luas.  Qonaah menyuruh manusia untuk betul-
betul percaya akan adanya kekuasaan yang melebihi kekuasaan manusia. Qonaah menyuruh
sabar menerima ketentuan Allah jika ketentuan itu tidak menyenangkan, dan menyuruh
bersyukur bila Allah menjamin kenikmatan kepadanya. Dalam hal yang demikian, manusia
masih tetap disuruh berusaha keras, dengan kekuatan tenaga dan harta benda, dikarenakan
selama manusia masih hidup masih diwajibkan beru saha mencari rezeki. Kamu bekerja
bukan berarti meminta tambahan dari yang telah ada dan tidak merasa cukup terhadap apa
yang telah ada di tangan, tetapi kamu bekerja sebab kamu masih hidup dimana orang hidup
itu wajib bekerja. Inilah maksud qonaah.


0 komentar:

Poskan Komentar