Rabu, 08 Juni 2011

TAUHID

Rabu, 08 Juni 2011


1.“Barangsiapa dibukakan pintu kebajikan baginya, maka hendaklah dia mencapai peluang
itu, karena tidak diketahui kapan pintu itu ditutup baginya”.
(Alhadits)
Wahai manusia, capailah dan pelihar alah pintu hidu p selagi masih terbuka. Mungkin dalam
waktu dekat ini akan tertutup kembali dengan tercabutnya rohmu dari kerongkonganmu.
Peliharalah tingkah lakumu yang baik selagi kamu masih mampu melakukannya. Peliharalah
pintu tobat, masuklah ke lorong-lorongnya selagi masih terbuka untukmu. Peliharalah pintu
dosa karena pintu itu selalu terbuka untukmu, dan peliharalah p intu ke temanmu yang baik,
sesungguhnya pintu itu masih terbuka untukmu.
Wahai hamba Allah, bangunlah dirimu dari sesuatu yang menggoncangkanmu, sucikanlah
dirimu dari sesuatu yang mengotorimu, perbaikilah dirimu dari sesuatu yang merusakmu,
jernihkan dirimun dari keruh kotormu, tahanlah dirimu dari kesenangan dunia yang kamu
ambil, kembalilah kepada Tuhanmu yang kamu jadikan tempat pelarianmu.
Wahai hamba Allah, disana tiada apapun kecuali Zat Pencipta Azza wa Jalla. Maka, apabila
kamu telah merasa berada bersama Allah, berarti kamu hamba-Nya. Dan jika kamu merasa
berada bersama mahluk, maka berarti kamu menjad i budak mereka. Bila kamu mengetahui
bahwa pemisahan terhadap Allah Yang Hak itu menjadi pemisah setiap perwujudan yang
kamu yakini, maka sesungguhnya segala sesuatu dari mahluk itu adalah sebagai penghalang
antara dir imu dengan Allah.




2. Kebaikan itu tergantung dari pemberian-Nya, sedang keburukan terletak karena
mengingkari-Nya. Jika kamu berusaha karena Allah semata, maka kamu akan dekat dengan
Allah, dan Allah melihatmu sebagai balasan untukmu.
Wahai hamba Allah, janganlah kamu mencari ganti dalam bentuk hitungan. Carilah pemberi
nikmat kepadamu, janganlah mencari nikmat. Jika kamu mencari nikmat, maka nikmat itu
tidak akan kamu temukan selamanya, sebaliknya jika kamu mencari Pemberi nikmat, maka
itulah suatu kenikmatan.




3. Wahai hamba Allah, selamatkanlah jiwamu dar i dunia dan akher at, dan bebaskanlah jiwamu
dar i selain Allah, niscaya rahmat akan berdatangan dari berbagai arah. Peliharalah Tuhanmu
dar i berbagai penjuru jiwamu, tentu kamu akan selamat dari tipu daya iblis dan hawa nafsu.
Sehingga :
“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka”.
(Al-
Quran, al-Hijr : 42)




4. Wahai hamba Allah, dimanakah kamu letakkan rasa penghambaanmu kepada Allah Yang
Hak ? Bawalah kemari rupa penghambaanmu yang benar, dan genggamlah rasa kecukupan
dalam segala urusanmu. Kamu adalah hamba yang lari dari Tuhanmu. Kembalilah kepada-
Nya, serahkanlah jiwa ragamu untuk Dia dan rendahkanlah dir imu dibawah per intah-Nya
tanpa tawaran, terhadap larangan-Nya dengan menghentikan, terhadap ketentuan-Nya
dengan sabar dan mener ima. Bila hal ini telah kamu sempurnak an dalam jiwamu, maka
sempurnalah penghambaanmu, lalu datanglah kecukupan untukmu dari Allah Azza wa Jalla.




5. Wahai hamba Allah, kamu diciptakan oleh Allah bukan untuk membuat kekacauan, bukan
sekedar untuk permainan, bukan sekedar untu k makan, minu m, tidur dan kawin. Ingatlah
bahwa hatimu melangkah menuju Allah satu langkah, maka cinta-Nya melangkah menuju
kamu beberapa langkah.




6. Wahai hamba Allah, apabila kamu bersedia melayani-Nya kamupun akan dilayani-Nya, jika
kamu berhenti Dia pun akan berhenti. Maka layanilah AllahYang Hak, janganlah kamu sibuk
mengur usi harta benda dunia lalu meninggalkan-Nya, atau karena kamu melayani pemimpin
yang tidak bisa membawa mudharat dan manfaat. Mana bisa mereka memberimu ? Apakah
mereka itu mampu memberimu apa yang tidak dibagi untukmu, atau menentukan pembagian
sesuatu yang tidak dibagikan oleh Allah kepada kamu ? Tak ada yang perlu diistimewakan
untuk mereka. Apabila kamu berpendapat bahwa pemberian mereka itu mendahu lui
ketentuan-Nya, maka kafirlah kamu. Bukankah telah diketahui bahwa mereka itu bukan
pemberi, bukan peno lak, bukan pencelaka, bukan yang Qad im, dan bukan Yang Akhir
kecuali han ya Allah Yang Hak. Jika kamu berkata bahwa kamu mengetahu i hal itu, maka
³Bagaimana kamu tahu sedangkan kamu mendahulukan selain Dia ? ´




7. Wahai manusia, barangsiapa yang meninggalk an pintu Allah Yang Hak, tentu menuju pintu
manusia. Barangsiapa yang menyia-nyiakan jalan Allah dan naungan-Nya, tentu tunduk
dijalan mahluk dan berlindung disana. Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah
kebaikannya, tentu pintu- pintu yang menuju mahluk ditutup bagi dirinya, pember ian mereka
diputus untuknya, sehingga semua yang dari mahluk itu tidak berguna bagi dirinya.




8. Wahai hamba Allah, janganlah kamu berputus asa dar i rahmat Allah dan janganlah kamu
selalu mengerjakan perbuatan maksiat yang menyebabkan dosa besar, sucikan busana
agamamu dari najis dengan air tobat, tetap bersama-Nya dan ikhlas disamping-Nya.
Ketahuilah bahwa semua yang terjadi pada dirimu (yang bukan penyakit yang menimpa
dirimu), semua itu datangnya dari Allah. Karena itu kembalilah kepada Allah dengan
sepenuh hati.




9. Wahai hamba Allah, peliharalah ikhlas dalam beramal, luruskan pandanganmu dan
per hatikan amalmu. Beramallah kamu karena Allah, jangan kar ena nikmat-Nya. Jadilah
kamu seperti orang yang mencari ridlo-Nya semata. Carilah keridlaan-Nya sampai Dia
member imu. Apabila Allah memberimu berarti kenikmatan dunia dan ak herat kamu pero leh.
Di dunia bisa dekat dengan Allah, d iakherat bisa melihat Allah dan mempero leh balasan
sebagaimana yang Dia janjikan. Didunia kamu dapat mengenal-Nya melalui mata hatimu,
sehingga jiwamu tenang, aman, sejuk, tidak susah, dan merasa cukup terhadap ketentuan-
Nya yang ada padamu. Dan diakherat kamu dapat melihat melalui mata kepalamu.
10. Wahai hamba Allah, yang dinamakan takut kepada Allah itu bukanlah takut kepada siksa-
siksa-Nya, tetapi takut kepada Allah adalah merasa bahwa Allah selalu mengawasi segala
perbuatan baik dan buruk, sehingga seseorang tidak berani dan takut melakukan kemaksiatan
lalu tunduk dan patuh terhadap syariat-Nya.




11. Wahai hamba Allah, makanlah dan minumlah dengan makanan dan minu man yang diridlo i
Allah, dan per angilah hawa nafsu mu jangan sampai kamu han yut terbawa oleh kemau an
hawa nafsu. Ketahu ilah bahwa dilangit dan dibumi tiada penguasa selain Allah Azza wa
Jalla. Tiada Tuhan dan tiada penenang kecuali hanya Dia, tiada penentu atau pemutus kecuali
Dia, tiada penguasa atau penakluk kecuali hanya Dia, dan tiada yang perkasa selain Dia.
Maka ketahuilah melalu i mata hatimu dan batinmu bahwa Allah Azza wa Jalla adalah satu-
satunya tempat harapanmu, bukan kepada yang lain.




12. Sesungguhnya cobaan itu banyak tetapi penangkalnya hanya satu demikian juga penyakit itu
banyak tetapi penyembuhnya cuma satu, yaitu Allah Ta ¶ala.
Wahai orang yang terkena penyakit jiwa, serahkanlah jiwamu kepada dokter, dan kamu tak
perlu berduka cita atas sesuatu yang dikehendaki padamu karena Allah lebih penyantun
kepadamu daripada dirimu sendiri. Jagalah dirimu dihadapan-Nya dan janganlah kamu
membelakangi-Nya, karena kamu dapat melihat segala kebaikan dunia dan akherat hanya
dari Dia semata.




13. Cinta kepada Allah menurut Imam Al-Ghazali adalah sebagai hasil dari makrifatullah. Oleh
kar ena itu beliau berkata : ³Ketahu ilah bahwa tajalli (memperoleh kenyataan) keagungan
Allah membawa manusia khauf (takut) kepada Allah, tajalli kecantikan dan keindahan Allah
membawa manusia kepada rindu, tajalli sifat Allah membawa manusia kepada cinta, tajalli
Zat Allah membawa manusia kepad a tauhid.


´
14. Sesungguhnya kamu diciptakan hanyalah untuk menyembah Dia, karena itu jangan
memper mainkan. Jalinlah hubungan dengan- Nya, jangan mempersibuk dir i dengan yang
lain, jangan mencintai-Nya merangkap mahluk. Jika kamu mencintai yang lain, cintailah atas
dasar kasih sayang dan kelembutan. Kalau itu yang kamu kehendaki, tidaklah mengap a.
Tetapi jika cintamu ke yang lain berdasar lubuk hati, janganlah kamu lakukan kar ena
termasuk cinta batin, dan yang demikian itu tidak diperbolehkan.




15. Apabila pertolongan itu telah sempurna atasmu, maka datanglah dunia dan akherat menjadi
pelayanmu tanpa paksa. Lintasilah pintu Tuhanmu dan tetaplah disana. Jika kamu tetap diam
tak bergeming dari pintu itu, maka Allah Yang Hak berhubungan dengan jiwamu sehingg a
kamu dapat melihat lintasan- lintasan hawa, nafsu, lintasan hati, dan lintasan iblis. Dik atakan
untuk mu : ³Inilah lintasan yang benar, dan inilah lintasan yang batil ´.
Ketahuilah dari setiap bentuk ini menyimpan tanda yang bisa kamu kenali. Bila kamu telah
sampai pada maqam ini, niscaya lintasan Al-Haq datang padamu, mendidikmu, menetapkan,
mendudukkan, menggerakkan, menempatkan, memerintah, dan menegakkan kamu.
Wahai hamba Allah, janganlah kamu mencar i penambah dan pengurang, karena setiap
kepastian itu telah meliputi setiap individu. Tidak seorangpun diantara kamu kecuali baginya
punya manuskrip dan biografi penghitung.

0 komentar:

Poskan Komentar