Rabu, 08 Juni 2011

RENUNGAN

Rabu, 08 Juni 2011
Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani
1. Berilah pendidikan yang baik kepada orang yang kamu kuasai urusannya dan pendidikannya,
dan orang yang wajib kamu perhatikan. Sabda Nabi : ³Janganlah kamu angkat tongkatmu
kepada keluargamu, melainkan takut-takutilah mereka kepada Allah. ´
2.
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbicara yang baik
atau diam.”
(Alhadits)
Janganlah kamu berbicara berlebih-lebihan karena bahayanya banyak bicara adalah
kedustaan. Orang yang banyak bicaranya itu banyak pula dustanya.
3. Wahai hamba Allah, hormatilah orang yang mencintaimu serta balaslah kecintaannya dengan
mencintainya pu la. Janganlah kamu marah bukan karena Allah dan janganlah kamu
memerintahkan orang untuk melakukan kebaikan kecuali kamu sendiri mulai melakukannya.
Janganlah kamu melarang orang dari melakukan keburukan sebelum kamu sendiri mulai
meninggalkannya.
4. Wahai hamba Allah, sambunglah o rang yang memutuskan hubungan denganmu, maafkanlah
or ang yang manganiaya dirimu, dan berilah o rang yang tidak per nah member i sesuatu
kepadamu.
5. Janganlah kamu melanggar apa yang kamu larang. Apabila kamu berkata hendaklah yang
ringkas, jangan ngelantur.
6. Janganlah kamu melakukan perbuatan rahasia, yang tid ak baik jika kamu lakukan secara
terang-terangan. Jagalah dirimu dar i segala sesuatu yang dapat men imbulkan dugaan yang
tidak baik mengenai agamamu dan duniamu.
7. Persedikitlah permintaanmu kepada orang lain, karena hal itu merupakan suatu kehinaan
pada dirimu.
8. Wahai hamba Allah, jauhkanlah dirimu dari orang yang kotor mulut, janganlah kamu duduk
dengan orang-orang yang lemah akhlaknya. Dari Ibnu Mas ¶
ud : ³Nilailah manusia itu dengan
teman-temannya, karena seseorang itu hanya berteman dengan orang yang seperti dirinya. ´
9. Tolonglah orang yang teraniaya dan belalah dia semampumu serta cegahlah tangan orang
zalim agar tidak melakukan kezaliman. Sabda Nabi : ³Bar angsiapa berjalan dengan orang
yang teraniaya sehingga ia dapat menetapkan hak nya, maka Allah akan mengukuhkan
kakinya pada hari tergelincirnya kaki-kaki manusia (hari kiamat). ´
Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani, Halaman 28




10. ³Sesungguhny yang aku takutkan kepadamu ada dua macam : mengikuti hawa nafsu dan
panjang angan-angan. ´ (Alhadits)
Ingatlah bahwa menuruti hawa nafsu itu akan menghalangi orang melakukan kebenaran, dan
panjang angan-angan itu menjadikan orang lupa akherat dan lupa Allah Azza wa Jalla.
11. Wahai hamba Allah, ter imalah per mintaan maaf orang yang meminta maaf kepadamu, dan
tariklah apa yang kamu benci. Sabda Nabi : ³Barangsiapa meminta maaf kepada saudaranya
sesama muslim, lantas dia (yang dimintai maaf) tidak menerimanya, maka dia berdosa
sebagai orang yang berbuat jahat. ´
12. Kasihanilah orang lain niscaya Allah mengasihani kamu. Jika kamu tidak mengasihi orang
lain, maka Allah pun tidak akan mengasih imu.
13. Hendaklah kamu suka mentaati Allah niscaya Allah akan mencintaimu dan menjad ikan
mahluk-Nya cinta kepadamu.
14. Wahai hamba Allah, apabila kamu bersumpah untuk melakukan sesuatu yang bukan
merupakan ketaatan kepada Allah, maka janganlah kamu melaksanakannya, dan bayar lah
kafarat untuknya.
15. Berterima kasihlah kepada orang lain atas kebaikan mereka kepadamu, dan balaslah
kebaikannya itu jika kamu mampu.
16. Janganlah kamu bertengkar dengan seseorang sekalipun kamu benar. Jika kamu hendak
melakukan sesuatu dari urusan dunia, maka pikirkanlah akibatnya.
17. Wahai hamba Allah, janganlah kamu merasa suka jika seseorang ditimpa sesuatu yang kamu
sendiri tidak suka mengalaminya.
18. Sabda Nabi : ³Tiadalah Allah memberi suatu nikmat kepada seseorang lalu ia mengucapkan
alhamdulillah, melainkan sikap dan ucapan yang demikian itu lebih besar daripada nikmat itu
sendiri, meski sebesar apapun nikmat itu. ´
19. Jika kamu ingin melakukan sesuatu yang merupakan ketaatan kepada Allah, maka janganlah
kamu menunda-nunda jika kamu dapat melakukannya segera, karena dirimu sendiri tidak
dijamin aman dari peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi. Jika kamu punya keinginan lain
yang bukan merupakan ketaatan kepada Allah, jika kamu dapat untuk tidak
melaksanakannya, maka janganlah kamu laksanakan. Semoga Allah memberikan kesibukan
lain untuk mu sehingga kamu meninggalkannya.
Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani, Halaman 29




20. Janganlah kamu menyebut-nyebut kebaikan yang pernah kamu berikan kepada seseorang,
karena yang demikian itu dapat menghilangkan pahalamu.
Jika ada orang yang berbuat kebaikan kepadamu sedang kamu tidak dapat membalasnya,
maka pujilah dia dan sebut-sebutlah.
21. Kalau kamu telah bersumpah untuk melakukan sesuatu sedangkan orangtuamu atau salah
satunya bersu mpah agar kamu melakukan sesuatu yang berbeda dengan yang kamu
kehendaki, maka taatilah kedua orang tuamu asalkan perintah mereka itu bukan maksiat.
22. Jadilah kamu seakan-akan malaikat pencabut nyawa telah mencabut nyawamu, seakan-akan
bumi menelanmu, seakan-akan gelombang dahsyat menyedotmu kedalam lautan dan
meneggelamkanmu. Barangsiapa telah sampai pada kondisi ini niscaya hukum sebab akibat
tidak berpengaruh lagi bagimu. Karena, keberadaan itu hanyalah menurut pandangan lahiriah
saja, bukan menurut alam batin.
23. Wahai manusia jahil, kamu ingin mengu bah dan mengganti kehendak-Nya, apakah kamu
mengaku menjadi tuhan kedua setelah Allah Azza wa Jalla, dimana kamu memaksa Dia agar
menyesuaikan suatu hal menjadi kebalikannya.
24. Orang-orang yang ber iman itu tetap bertahan dar i cobaan dan u jian Allah, bahkan co baan
dan ujian tersebut malah mengantarkan dir inya ke puncak kebaikan, baik didunia maupun di
akher at. Dalam menghadapi cobaan dan ujian tersebut adalah menerima dan sabar dalam
menghadapinya tanpa mengadu kepada orang lain atau meminta bantuan pada selain Allah,
bahkan saat itu dia lebih g iat dan lebih sibuk bersama Allah Azza wa Jalla.
25. Siapa yang tidak berbudi dengan pendidikan syariat, niscaya dia akan dididik dengan api
neraka dihari kiamat nanti.
26. Wahai hamba Allah, bertobatlah kamu. Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah Azza wa Jalla
menguji kamu dengan suatu ujian itu agar kamu bertobat kepada-Nya, tetapi kamu tidak
memikirk an untuk melepas maksiat terhadap-Nya ?
27. Wahai hamba Allah, manusia telah disediakan celaan dan pujian seperti musim panas dan
musim dingin, atau seperti siang dan malam. Keduanya sama-sama tidak lepas dari
pengawasan Allah. Oleh karena itu tidak seorangpun yang mampu mendatangkan celaan dan
pujian atau salah satunya, kecuali dengan izin Allah. Apabila hal tersebut telah jelas bagimu,
maka kamu tidak perlu bangga dengan pujian dan tidak cemas dengan adanya celaan.
28. Wahai manusia, celaka benar kamu yang meng iku ti perbuatan ahli neraka tetapi
mengharapkan surga. Ini menunjukkan kerakusanmu yang tidak pada tempatnya, kar ena
kamu tidak berhak memperoleh apa yang kamu harapkan itu dikarenakan jalan yang kamu
tempuh adalah menyimpang jauh. Janganlah kamu terperdaya oleh kenikmatan dunia yang
Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani, Halaman 30




kamu sangka kamu peroleh. Padahal dalam waktu dekat hal itu akan tercabut darimu. Allah
akan merendahkan kehidupanmu sehingga kamu tunduk dan patuh kepada-Nya.
29. Wahai hamba Allah, jadilah kamu orang yang benar, tentu kamu akan baik. Jadilah kamu
pembenar dalam hukum tentu kamu baik dalam keilmuan. Jadilah kamu baik dalam perasaan
tentu kamu baik dalam kenyataan. Setiap keselamatan yang ada dalam ketundukan kepada
Allah adalah sebagai perwujudan dari melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala
larangan-Nya serta sabar atas ketentuan-Nya. Barangsiapa menuruti Allah tentu Allah
mengabulkan permohonan nya dan doanya, dan siapa yang tunduk kepada Allah tentu orang
lain akan tunduk kepadanya.
30. Wahai hamba Allah, tunduklah kamu kepada-Nya untuk mencari ridlo-Nya. Jagalah sesuatu
yang diberikan dan yang menyebabkan siksa. Taat kepada Allah adalah melaksanakan segala
per intah dan meng hentikan segala yang dilar ang serta bersabar atas ketentuan-Nya.
Bertobatlah kamu, menangislah dihadapan-Nya, rendahkanlah dirimu dengan derai airmata
sepenu h hati. Menang is karena takut kepada-Nya itu suatu ibadah dan mata yang menangis
karena takut Allah itu tidak akan tersentuh oleh panasnya api neraka diakherat nanti, maka
menangislah kamu karena menangis itu membawa manfaat bagimu.
Wahai hamba Allah, mengapa kamu menuhankan dirimu, berita apa yang kamu terima
sampai kamu sombong kepada Allah Azza wa Jalla. Mengapa kamu berkehendak selain yang
Dia kehendaki, bahkan kamu cinta musuh-musuh-Nya, setan yang terkutuk. Mengapa jika
keputusan Tuhan telah tiba kamu berontak tidak sabar, bahkan kamu lari dan mencabut apa
yang menjadi kehendak-Nya.
31. Sabda Nabi
: “Apabila seorang hamba malas dalam beramal, niscaya Allah Azza wa Jalla
mengujinya dengan rasa duka cita.”
(Alhadits)
Siapapun yang malas beramal, maka akan memperoleh cobaan dari Allah berupa duka cita,
kego ncangan, dan kesusahan. Ujian itu mungkin berup a surutnya rezek i sehingga hatinya
ragu dan susah, dan ujian duka cita itu menetap dalam hatinya sehingga apapun yang
dihadapinya selalu dihantui oleh perasaan susah dan goncang, hatinya tidak tenang,
perasaannya selalu pesimis dan selalu dihantui perasaan kurang, kurang baik, kurang banyak,
kurang cantik, kurang sempurna, dimana perasaan goncang seper ti itu karena malas beramal
dan sedikitnya melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.
32. Sabda Nabi
: “Barangsiapa hari-harinya sama berarti ia tertipu. Dan barangsiapa hari
kemarennya lebih baik daripada hari ini berarti ia tertutup dari rahmat.”
(Alhadits)
33. Tobat itu landasan iman, penekunannya terletak dalam berdzikir dan taat kepada-Nya. Jika
ditekuni niscaya dzikir itu menjad i obat jiwa. Bertobatlah dengan lisan iman, niscaya
membawa keberuntu ngan. Jadikanlah iman sebagai pedangmu ketika datang ujian Allah.
34. Bertobatlah kepada Allah, janganlah kamu beramal baik kecuali untuk-Nya, jangan kamu
tujukan kepada dunia atau kepada akherat. Jadilah kamu seperti orang yang berhasrat
kepada-Nya semata, berikan hak ketuhanan-Nya. Dia harus kamu sembah. Janganlah kamu






beramal untuk mencari pujian, rezekimu itu tidak bertambah atau berkurang, karena sesuatu
yang telah diputuskan untukmu itu pasti datang, baik yang berupa kebaikan atau keburukan.
Persempitlah kerakusanmu dan jadikanlah kematian sebagai titik pandangmu agar kamu
tidak terlalu menyimpang jauh dari kebenaran.
35. Wahai hamba Allah, sibukkanlah dirimu untuk membantu orang-orang yang terjepit, orang-
orang yang teraniyaya. Ber ikanlah waktumu kepada o rang-orang fakir misk in yang
terpedaya, karena jika waktumu tersita untuk menolong hamba-hamba Allah, adalah sama
halnya kamu meno long Allah Azza wa Jalla.
36. Tinggalkanlah berbesar diri dihadapan Allah atau terhadap sesamamu, karena perbuatan itu
termasuk diantara sifat orang sombong yang muka mereka akan diasah oleh Allah dengan api
jahanam. Termasuk orang so mbo ng pula jika kamu marah kepada-Nya. Seperti halnya jika
kamu mendengar suara adzan tetapi tidak menjawabnya, tidak bersegera mengerjakan sholat
maka berarti kamu telah ber laku so mbo ng kepada Allah. Dan bila manusia berbu at aniaya
terhadap sesamanya berarti ia telah berbuat sombong dihadapan-Nya.
37. Janganlah kamu menganggap dirimu lebih berharga, lebih mulia, lebih terhormat, lebih kuat,
lebih gagah, dan lebih pandai dar ipada orang lain. Karena, sifat demikian adalah
keso mbo ngan dimana karena mempunyai sifat ser ba merasa lebih in ilah ak hirnya meno lak
kebenaran dan merendahkan o rang lain.
³Sombong itu menolak kebenaran dan menghinakan orang lain. ´ (Alhadits, Muslim)
38. Dilihat dari sasarannya, ada 3 macam sombong




Sombong kepada Allah, dalam arti tidak memperhatikan sama sekali ancaman-ancaman
Allah, syariat Allah dianggap suatu hal yang remeh, dan tidak mau mengamalkannya.
Kalau manusia sudah bersifat seperti itu, maka tidak tertutup kemungkinan timbul dalam
jiwanya sifat jahat, tidak peduli lagi terhadap aturan-aturan yang berlaku.




Sombong kepada Rasulullah saw, yaitu tidak mengindahkan sama sekali aturan-aturan
Rasulullah saw, bahkan Rasulullah saw dianggap sebagaimana manusia biasa yang tak
perlu diperhatikan ucapannya. Dan hadits-hadits Rasulullah saw dianggapnya seperti
omo ngan manusia yang tidak mengandung hikmah dan pelajaran bag i manusia. Ia lebih
mementingkan pikirannya daripada ucapan Rasulullah saw.




Sombong terhadap sesama manusia, yaitu o rang lain dian ggap hina dan rendah, tidak
per lu dihormati, dan bila perlu manusia harus menghormat kepadanya. Akhirnya timbul
rasa bangga terhadap d irinya sendir i, ingin dihor mati, ingin dip erhatikan, dan lain-lain
sifat ter cela tumbuh dalam jiwanya. Orang yang sombo ng tidak pantas bag i dir inya
kecuali memperoleh siksa neraka.




39. Wahai hamba Allah, car ilah kedudukan d isisi Allah, impikanlah, dan jadikanlah
kecenderunganmu untuk-Nya, tinggalkanlah mencari dunia karena hal itu tidak akan
memberi kepuasan, karena selain Allah tidak akan pernah memuaskanmu. Oleh karena itu
rapatkan dirimu dengan-Nya, karena dengan cara itulah kamu akan mampu memuaskan
hatimu, dan jika berhasil tentu bisa mencapai kecuk upan dunia akherat. Butuhkan dirimu
hanya kep ada-Nya, car ilah Dia yang mencintaimu, cintailah Dia yang mencintaimu, dan
sibukkan dirimu bersama-Nya agar kamu ter masuk orang-o rang yang selalu mencintai-Nya
dan d icintai-Nya.

0 komentar:

Poskan Komentar