Minggu, 05 Juni 2011

Artikel tentang PRIBADI DAN BUDI PEKERTI RASULULLAH SAW

Minggu, 05 Juni 2011
Dengan segala kerendahan diri, puji serta syukur kita hanya teruntuk Tuhan


yang satu, Tuhan Yang Agung, Tiada Tuhan Selain-Nya, Allah swt. serta
shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada junjungan kita, suri
tauladan kita, ya Habiballah Nabi Muhammad saw. Beserta keluarga, sahabat
dan pengikut-pengikutny a hingga akhir zaman.
Sungguh betapa indah dan betapa beruntungnya umat Nabi saw. yang hidup di
masa beliau hidup, umat yang ikut setiap jejak langkah beliau berjihad fi sabilillah
di bawah panji la ilaha ilallah. Namun sebenarnya kita lebih baik karena kita umat
Nabi saw. Yang hidup di masa beliau telah tiada berabad-abad lalu tetapi kita
selalu mencintai dan merindukan Rasulullah saw. dan seharusnyalah bila kita
mengaku mencintai dan merindukan beliau maka ikutilah sunnah- sunnah beliau
tetapi tetap dahulukanlah yang wajib. Sesungguhnya Nabi saw. Tidak akan puas,
tidak akan bahagia, tidak akan senang jikalau seorang dari umat beliau masih
berada dalam neraka.
Wahai Rasulullah saw. betapa indahnya dirimu, engkau suri tauladan yang
baik.
Wahai Rasulullah engkau adalah sebaik-baik ciptaan yang diciptakan oleh
Allah swt.
Wahai Rasulullah saw. betapa dinantikannya dirimu, hingga para Nabi
sebelummu pun ingin menjadi umatmu.
Wahai Rasulullah saw. betapa dicintainya engkau, hinga saat engkau wafat
tiada yang percaya bahkan sahabat `Umar berkata: "Tak seorangpun yang
kudengar menyebut Rasulullah saw. wafat, melainkan ia akan kupancung
dengan pedangku ini!"
Wahai Rasulullah saw. sungguh diri ini, ruh ini dan seluruh umatmu umat
muslim mencintai dan merindukanmu, maka berilah syafa'at kepada kami
dihari akhirat nanti agar kami dapat berkumpul dengan engkau di surga
Allah swt.
Sungguh tiada kesenangan yang melebihi kesenangan disaat terlantunkan
kalimat-kalimat Al-Qur'an.
Sungguh tiada kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan disaat teringat akan
kabar gembira yang dijanjikan Allah swt dalam setiap ayat Qur'an.
Sungguh tiada kesedihan melebihi kesedihan disaat terbaca kalimallah yang
mengabarkan tentang kepedihan yang akan kau berikan kepada orang-orang
yang lalai.
Sungguh tiada ketakutan yangt melebihi ketakutan akan azabmu yang pedih.
Dan sungguh tiada ketenangan dan kedamaian yang tercipta layaknya saat
terlantunkan lisan dan hati ini mengucap LA ILAHA ILALLAH MUHAMMADUR
RASULULLAH.
Ya Allah semoga buku ini dapat menyegarkan hati umat islam dan mengabarkan
betapa mulianya manusia yang Kau ciptakan sebagai khataman nabiyyin.


Semoga kami yang mempelajari buku ini Kau masukkan ke dalam golongan
orang-orang yang Kau ampuni dosanya dan orang-orang yang mendapatkan
syafa'at dari Baginda Nabi Muhammad saw.
Amiin ya robbal `Alamiin.
Disalin dari tarjamah hadist mengenai PRIBADI DAN BUDI PEKERTI
RASULULLAH SAW.
karya At-Tirmidzi

0 komentar:

Poskan Komentar