Rabu, 08 Juni 2011

DUNIA

Rabu, 08 Juni 2011
 Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani tentang Dunia
   




1. Pengaruh negati dari harta :


*Harta bisa membawa kepada berbagai kedosaan, dikarenakan sebagai sarana nafsu yang
bermacam-macam. Seorang yang tidak mempunyai biaya untuk melakuk an suatu
kedo saan, hatinya tidak bergerak untuik melakukan. Timbulnya hasrat untuk berbuat
adalah bila diri kita merasa sanggup, dan harta merupakan sumber kesanggupan yang
menggerakkan orang kepada berbagai perbuatan maksiat dan perbuatan dosa. Jika
menurutkan keinginan diri niscaya akan binasa, dan jika ditahan pahit terasa. Itulah
sebabn ya bersabar ketika sanggup adalah lebih berat, ujian senang lebih berat dari pada
ujian susah.




*Harta itu menarik kepada ber mewah di bidang yang mubah. Mana bisa orang yang berharta hanya makan makanan yang sangat sederhana, berpakaian seadanya, seperti
yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul. Kalau sudah terbiasa menikmati keduniaan dan
membiasakan diri dengan kemewahan, lalu kemewahan menjadi kebiasaan dan hobby
yang tak dapat ditinggalkan lagi, mungkin suatu saat akan tidak dapat membiayainya dari
usaha yang halal. Maka terjerumuslah kita ke bidang syubhat dan terbenam dalam ria,
berdusta, munafik dan timbul semua sifat dan ahlak tercela, agar urusan dunianya dapat
terurus dan dapat terus hidup mewah.
Orang yang banyak harta akan banyak pula kebutuhan nya/ketergantungannya kepada
orang lain, dan barangsiapa yang memer lukan orang lain bisa terpaksa harus ambil muka
kepada terhadap mereka. Dari ketergantungan/keperluan terhadap orang lain, timbullah
persahabatan dan permusuhan yang dapat menjadi sumber iri, dengki, ria, sombong,
berdusta, hasud, fitnah, bergunjing dan semua dosa hati dan dosa lidah, yang selanjutnya
dapat menular ke seluruh aspek. Semuanya itu timbul dikarenakan harta dan didesak
kepentingan dalam menjaga dan mengurusnya.


*Tidak dapat dipungkiri bahwa mengurus harta itu menyebabkan orang lalai dari
mengingat Allah, dan setiap hal yang mengganggu dari mengingat Allah adalah suatu
kerugian.


Nabi Isa a.s. menerangkan bahwa dalam berharta terdapat 3 macam bahaya :


-Diambil dari sumber yang tidak halal.


-Jika diambil dari sumber yang halal, dibelanjakan tidak pada tempatnya.


-Jika dibelanjakan pada tempatnya, kita akan terganggu dari mengingat Allah karena
mengur usnya.


2. Bebaskanlah dirimu dari kepentingan dunia karena dalam waktu dekat ini kamu akan
tercabut daripadanya, dan dunia yang kamu cari dengan susah payah itu akan kamu tinggalkan dengan begitu saja, dan yang kamu tumpuk-tumpuk itu akan dijadikan rebutan oleh ahli warismu, yang selanjutnya akan mencelakakan keluarga kamu sendiri.


 Maka, janganlah kamu mencari kehidupan dimuka bumi ini untuk bersenang-senang dengannya.
Kehidupan dunia adalah kehidupan yang semu, kehidupan yang penuh tipuan dan permainan.
Sampai kapanpun kalau manusia itu hanya mementingkan kehidupan dunia, maka dia akan tertipu dan akan dipermainkan oleh kehidupan dunia itu sendiri, dia akan dijadikan budak
dunia, disuruh ini dan itu, disuruh pergi kesana kemari, hanya untuk mengurus urusan dunia
dan kesenangannya yang tak pernah kunjung datang.
Mengejar kehidupan dunia adalah mengejar bayangan fatamorgana, yang disangkanya penuh
air kesejukan, padahal semua hanya bayangan, semakin dikejar semakin jauh dan setelah
didekati hanya panas terik matahari, lalu fatamorgana itu pindah ke tempat yang lebih jauh
lagi, dimana sampai matipun belum ketemu apa yang sebenarnya dicarinya, sebab yang
dicari adalah kehidupan semu.
3. Wahai hamba Allah, kamu pasti merasakan kemanisan, kepahitan, kebaikan, kerusakan,
kekotoran dan kejernihan. Apabila kamu ingin bersih secara sempurna maka lepaskanlah
hatimu dari mahluk, jalin lahhubungan dengan Allah Azza wa Jalla, lepaskan dunia,
tinggalkan keluargamu, dan serahkan mereka kepada Allah karena semua itu hanyaada di
tangan Allah, maka kamu pasrahkan saja sepenuhnya kepada Allah, kamu didik mereka
untuk mengabdi kepada Allah. 




Wahai hamba Allah, janganlah kamu menjadi manusia jahil yang khawatir anaknya
kelaparan, yang hatinya goncang karena memikirkan nasib perekonomian anak-anaknya
nanti, tetapi tidak memikirkan apa yang hendak disembah anak-anaknya itu, menyembah
dunia atau menyembah Allah Azza wa Jalla




4. Kebanyakan manusia itu cenderung mendahulukan istri dan anak-anaknya daripada
mendahulukan ridlo Allah.


Sesungguhnya aku melihat setiap gerak menuju kepada keduniaan, setiap tujuanmu, istrimu, anak-anakmu, dan apapu n itu hanyalah barang yang
semu. Kamu lebih mementingkan urusanmu, urusan anak isterimu, kamu tumpuk harta benda
untuk perbekalan anak ister imu, kamu berbuat dusta dan munafik karena mementingkan urusan dunia, agar dapat menumpuknya, tetapi tidak kamu fikirkan bagaimana nasibmu, nasib anak istr imu sehingga kamu dan keluargamu tidak punya akidah yang kuat, sehingga
hatimu dan hati keluargamu goncang, tidak tahu siapa Tuhan.


5. Wahai hamba Allah, tinggalkanlah olehmu sesuatu yang dibagikan, dan sesuatu yang tidak
dibagikan, karena pencarianmu terhadap sesuatu yang belum Allah bagi/beri adalah amat
dibenci dan tercela, sedang pencarian mu terhadap sesuatu yang telah Allah bagi adalah cela
dan aib.




6. Wahai hamba Allah, ber fikirlah kamu bahwa rezeki itu menurut ketentuan pembagiannya.




Jika sudah terbagi maka rezeki itu tidak akan bertambah maupun berkurang, tidak dapat
dipercepat maupun diperlambat. Janganlah kamu merasa ragu atas jaminan Allah. Janganlah
kamu loba dan rakus mencari sesuatu yang tidak dibagikan kepadamu.




7. Wahai hamba Allah, renungkanlah dalam-dalam siapakah yang memberi makan dirimu
tatkala kamu masih dalam perut ibumu ? 


Setelah lahir, anehnya kamu bergantung pada diri
sendiri dan orang lain, pada uangmu, pada perdaganganmu, pada teman-temanmu, dan
pemimpinmu. Ingatlah bahwa setiap orang yang bergantung kepada mereka, maka orang itu
menuhankan mereka. Setiap orang yang kamu takuti atau kamu harap, berarti kamu pertuhankan.


Setiap orang yang kamu pandang punya hubungan dengan datangnya mudharat
dan manfaat, maka berarti kamu pertuhankan.




8. Wahai hamba Allah, ketahuilah olehmu bahwa dunia itu sudah terbagi sejak semula.


Oleh karena itu tinggalkan pencarian dunia yang menimbulkan kesusahan. Kamu bekerja itu
adalah ibadah, kamu tidak boleh malas hidup didunia akan tetapi semangat kerjamu itu
bukanlah untuk mencari dunia. Maksudnya adalah kamu harus merasa cukup dengan apa
yang kamu peroleh, kamu harus bekerja dimana didalam bekerja janganlah mencari sesuatu
yang kamu anggap kurang sebab sesuatu yang kamu anggap kurang itu memang bukan
bagianmu, bukan milik mu. Inilah yang dinamakan sifat qonaah, yaitu hati merasa cukup
terhadap sesuatu yang diperoleh dan terus bekerja karena manusia harus beker ja dan
ber ibadah kepada-Nya.




9. Harta dalam kehidupan manusia mempunyai peran yang sangat penting.


 Dengan harta manusia dapat selamat dan berbahagia didunia dan akherat jika harta bendanya dipergunakan
untuk berbuat kebaikan. Banyak manusia jadi hancur karena harta disebabkan harta bendanya dijadikan sarana untuk melakukan per buatan dosa. Maka, berhati-hatilah terhadap bahaya yang tersimpan dalam harta. Harta itu bagaikan ular atau kalajengking, siapa yang tidak pandai mengurusnya akan tergigit atau tersengat, gigitannya ataupun sengatannya mengandung racun yang mematikan. Akan tetapi, racun tersebut bagi orang yang berilmu
dapat dijadikan obat yang bermanfaat bagi manusia




Wahai hamba Allah, jika kamu memandang harta, pandanglah dari sudut bahayanya, jangan
kamu pandang dari segi manfaatnya. Jika kamu pandang dari sudut bahayanya, harta itu akan
kamu pergunakan untuk beribadah, tetapi jika kamu pandang dari sudut manfaatnya, maka
harta itu akan kamu simpan untuk kepentingan keluargamu sehingga kamu menjadi manusia
yang bakhil, menjadi manusia terkutuk dan rakus terhadap harta.




10. Wahai hamba Allah, sebentar lagi kamu akan mati, maka ratapilah jiwamu sebelum diratapi
orang. 


Kamu menyimpan banyak dosa yang mengakibatkan terkena siksa yang menghinakan. Hatimu terlalu menderita karena cinta dan loba dunia. Maka tinggalkanlah pencarian yang menganiaya dirimu, terimalah apapun yang mempercukup dirimu. Akal tidak mungkin pernah gembira dengan sesuatu yang diperoleh, halalnya dihisab, dan haramnya
disiksa. Naasnya, kebanyakan manusia telah lupa siksa dan hisab




11. Terhadap apapun yang dirimu berada didalam dunia ini tidak membawa manfaat untukmu
dihari kiamat, bahkan bisa membawa sengsara bagimu. 


Akan tetapi jika dunia ini kamu letakkan diluar dirimu, kamu letakkan untuk kebajikan, bukan untuk dirimu sendiri, maka hal tersebut akan membantu dirimu, menjadi pelayanmu, bukan kamu yang menjadi pelayan dunia. Maka gunakanlah dunia ini sebagai alatmu untuk mencari dan mendekat kepada
Allah, dan jangan sampai dirimu diper alat dunia sehingga kamu dijauhkan dari Allah.




12. Wahai orang yang mengadu kepada mahluk, bencana akan menimpamu.


Mana mungkin pengadu anmu bisa ber manfaat bagimu. Pengadu an kepada mahluk tidak akan bermanfaat atau membawa mudharat, sebab mahluk itu tidak bisa memberi manfaat ataupun memberikan
bahaya. Apabila kamu berpegang teguh kepada mereka dan menyekutukan Allah, adalah menjauhkan dirimu dari-Nya sedang kemarahan-Nya tertuju kepadamu, dan Dia tertutup
bagimu.


13. Wahai orang yang berpaling dari Allah dan dari orang-orang siddiq dari hamba-Nya karena
menghadap mahluk, sampai kapan kamu menghadap mereka ?


Ditangan mereka tidak mengandung nista atau manfaat, juga bukan pemberi atau pencegah. Tiada pembeda antara mereka dan seluruh manusia jika dikaitkan dengan nista dan manfaat. Penguasa hanya satu,
Pemberi nista hanya satu, Pemberi manfaat hanya satu, Penggerak dan Pendiam hanya satu,
Pemberi dan Pencegah juga hanya satu. Dia Maha Pencipta dan Pemberi rizki. Dia Qadim
lagi Azali untuk selamanya. Dia ada sebelum mahluk, sebelum nenek moyangmu atau orang-
orang kaya diantara kamu. Dia Pencipta langit dan bumi dengan segala isinya. Dialah Allah
Ta ¶ala, Tuhan Yang Maha Luhur.




14. Wahai hamba Allah, seluruh mahluk ini kedudukannya hanya sebagai alat untuk
memperdekat dan mengabdi kepada-Nya, tidak lebih dari itu. 


Allah yang mengaturnya, dan siapa yang memahami ini akan memperoleh manfaat dengan alat dan mengetahui Zat Pengatur disana. Berhenti bersama mahluk sangatlah tercela dan berhenti bersama Allah
adalah terpuji dan sebagai kebaikan serta sebagai kenikmatan.




15. Wahai hamba Allah, jika kamu ingin bahagia keluarkan mahluk dari hatimu, janganlah kamu
takut atau mengharap mereka, jangan berjinak bersama mereka, janganlah hatimu kamu
lekatkan kepadanya, karena hati yang lekat dengan mahluk akan menemui kesusahan dan
kegoncangan.


 Ingatlah bahwa kebahagiaan hati itu bila untuk mengenang Tuhan, untuk melihat-Nya.




16. Wahai hamba Allah, dahulukan akherat atas dunia tentu kamu akan meperoleh kebahagiaan
dari keduanya.


 Apabila dunia lebih kamu dahulukan dan lebih kamu pentingkan daripada akherat, niscaya kamu akan merugi secara total, bahkan siksa selalu menantimu.
Apabila kehidupan akherat lebih kamu utamakan dan lebih kamu pentingkan, maka semua urusanmu di dunia ini selalu jadi baik, kamu akan hidup senang didunia dan akherat. Tetapi kalau kehidupan dunia lebih kamu pentingkan, maka sudah pasti kamu akan tersiksa tatkala hidup didunia dimana kamu tidak akan menemukan kesenangan hidup didunia, akan selalu merasa kurang, selalu tidak puas terhadap apa yang kamu peroleh, dan diakherat nanti kamu
akan memperoleh siksa yang sangat pedih yang d isebabkan usahamu didunia yang selalu
menyia-nyiakan kehidupan akherat
Wahai hamba Allah, dengarkanlah seruanku ini. Mengapa kamu sibuk beruru san dengan
sesuatu yang tidak diperintahkan kepadamu untuk melakukannya. Apabila kamu tidak
berambisi dan tidak rakus terhadap kenikmatan dunia, tentu Allah memperkekal pertolongan-
Nya dan meng-anugerahkan taufik pada saat pencabutan kembali dunia itu. Apabila kamu
ambil sesuatu dari dunia sama halnya kamu sia-siakan barokah yang ada disana.




17. Dunia adalah sebuah gedung khusus untuk beramal dan bersabar atas datangnya cobaan dan
ujian. 


Dunia adalah gedung tempat berupaya, dan akherat adalah gedung khusus untuk beristirahat.


Orang beriman ketika didunia giat melaksanakan tugasnya tentu ia akan leluasa beristirahat
di akherat. Tetapi bagi yang amat suka beristirahat sekarang, mengulur-ulur tobat dari hari
kehari, bulan ke bulan, bahkan dari tahun ke tahun sampai habis masa tobatmu, maka dalam
waktu dekat akan menyesal. Jika tidak bisa dinasehati, tidak bangun dan membenarkan,
maka kamu selamanya tidak akan mengenal kebenaran.




18. “Dunia itu ladang akherat, maka barangsiapa menanam kebaikan, tentu dia akan menerima
hasilnya dengan rasa puas, dan barangsiapa menanam keburukan, maka akan menghasilkan
kehancuran”.
(Alhadits)




Bila datang kematian kepadamu, barulah kamu sadar, akan tetapi kesadaranmu pada saat itu tidak berguna sama sekali.




(³)Ya Allah, bangunkanlah kami dari tidur yang melalaikan Engkau, jagalah kami dari
ketumpulan yang melupakan Engkau. ´ Amin.




0 komentar:

Poskan Komentar